Jeli Atas Pengeluaran

Waspadalah pada pengeluaran-pengeluaran yang tak tampak dalam perencanaan, akan tetapi terjadi pada kenyataan. Dan waspada pula pada pengeluaran yang tidak produktif, yang kita lakukan semata- mata karena sudah terbiasa. Optimalkan setiap pengeluaran untuk memperoleh nilai tambah apabila memungkinkan. Jadikan pengeluaran kita adalah pengeluaran yang optimal dan efektif.

Oleh: Elsa Febiola Aryanti

(Perencana Keuangan Syariah & Managing Partner Hijrah Institute Jakarta Indonesia)

Pengeluaran adalah hal yang tidak dapat kita hindari. Berbagai hal pada saat kita hidup dan beraktifitas, maka sering ada konsekuensi ekonomi yang menyertainya, yaitu berupa penge­luaran. Entah itu untuk pengeluaran rutin, pengeluaran bulanan, baik untuk yang bersifat konsumsi ataupun produktif.

Sering kita dengar bahwa bukan peng­hasilan yang menentukan apakah sese­orang akan menjadi lebih sejahtera atau tidak, akan tetapi berapa jumlah uang yang bisa dia sisihkan untuk menabung atau berinvestasi. Dari kalimat di atas tersirat bahwa diperlukan suatu keje­lian dalam mengendalikan pengeluaran agar penghasilan dapat disisihkan untuk hal-hal yang lebih produktif, dapat di­investasikan atau paling kurang dapat di­sisihkan untuk ditabung. Oleh karena itu, kemampuan dan kejelian untuk mengen­dalikan pengeluaran menjadi hal yang penting dalam manajemen atau perencanaan keuangan pribadi maupun keluarga.

Lalu, bagaimana kalau pada saat ini Anda merasa sudah berusaha mengen­dalikan pengeluaran dari penghasilan yang ada, sudah mengidentifikasikan apa pengeluaran rutin harian, bulanan bahkan tahunan yang akan Anda keluarkan, tapi masih saja pengeluaran Anda me­lebihi perkiraan. Kemana kiranya penge­luaran tambahan itu Anda keluarkan?

Nah, salah satu hal yang harus diper­hatikan adalah pengeluaran-pengeluar­an kecil yang seringkali menempel pada pos- pos pengeluaran besar yang sudah diidentifkasi. Seperti contoh, Anda su­dah menganggarkan untuk biaya liburan dengan anak-anak. Biaya transportasi, akomodasi, biaya makan selama liburan. Akan tetapi Anda lupa untuk memperhi­tungkan, misalnya biaya oleh-oleh yang kadang secara tidak sadar, tidak diang­garkan akan tetapi kemungkinan terjadinya sangat besar. Atau misalnya pada saat liburan Anda sekaligus bersilaturah­mi dengan keluarga, maka biaya untuk itu tidak Anda anggarkan tetapi pada kenyataanya terjadi. Disinilah diperlukan ke­jelian untuk mengidentifikasikan penge­luaran sampai sedekat mungkin dengan kenyataan yang terjadi. Dan proses ini dilakukan sebelum aktifitas liburan ini dilaksanakan. Sebaliknya misalnya, Anda sudah menganggarkan biaya untuk trans­portasi harian ke kantor atau tempat usaha. Pengeluaran ini bisa dioptimalkan apabila Anda bisa menjadikan perjalanan ke kantor atau tempat usaha ini menjadi efektif dan sarat manfaat, apalagi kalau bisa mendatangkan penghasilan tam­bahan. Bawa barang dagangan, bisnis jemputan dan sebagainya.

Contoh lain, sering kita lihat di kota-kota, bahkan di pedesaan juga, budaya jalan-jalan dengan menggunakan ken­daraan bermotor sering kita lihat. Hilir mudik sepanjang sore hingga menjelang maghrib hal ini hampir rutin dilakukan. Selain biaya bahan bakar bensin, sering ada biaya tambahan lain, seperti biaya jajan, belum lagi kalau jalan-jalan ke tempat yang dekat dengan tempat per­belanjaan, maka akan ada biaya juga yang dikeluarkan untuk berbelanja yang belum tentu perlu. Hal ini apabila dilaku­kan terus-menerus, walaupun uang yang dikeluarkan mungkin kecil, tapi akan berpengaruh juga pada akhirnya pada pengeluaran kita. Sedikit-sedikit, lama-kelamaan menjadi bukit.

Waspadalah pada pengeluaran-pengeluaran yang tak tampak dalam perencanaan, akan tetapi terjadi pada kenyataan. Dan waspada pula pada pengeluaran yang tidak produktif, yang kita lakukan semata-mata karena sudah terbiasa. Optimalkan setiap pengeluaran untuk memperoleh nilai tambah apabila memungkinkan. Jadikan pengeluaran kita adalah pengeluaran yang optimal dan efektif.

*Disadur dari majalah The Intrepreneur edisi: Januari-Februari 2012

About IFApreneur

Seni berbisnis dan berbelanja di rumah

Posted on February 5, 2013, in Tips Keuangan and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: