Office Style: Kasual Tapi Tetap Profesional (Part 1)

Kasual dengan Fine-gauge Sweater

Bagi mereka yang gandrung akan gaya, bumi adalah panggung catwalk terluas. Dimanapun berada, urusan penampilan tak boleh diabaikan, tak terkecuali ketika di tempat kerja.

Apalagi saat ini, busana kerja tak lagi terikat pada gaya konvensional yang cenderung kaku nan formal. Suasana bekerja belakangan ini cenderung lebih santai diband­ing beberapa tahun sebelumnya. Jam kerja yang lebih fleksibel, pembagian kerja, sampai pekerjaan yang bisa dilakukan di rumah, membuat banyak karyawan cenderung menyukai gaya berpakaian kasual saat bekerja dibanding yang formal.

Memang belum ada studi khusus yang membuktikan bahwa dengan berpakaian lebih kasual, produktivitas kerja karyawan lebih meningkat. Tapi yang pasti, dengan keleluasaan ini karyawan menjadi lebih senang dan bahagia dalam bekerja. Karena itulah, sekarang yang diperlukan adalah panduan untuk menentukan kapan saatnya harus bergaya kasual dan kapan bergaya sedikit konvensional.

Ingin tahu lebih rinci apa saja busana kasual yang layak untuk ke kantor agar penampilan Anda kian trendi dan modis? Berikut uraian Bremer, yang perlu Anda ketahui:

Busana Kasual Dasar

Busana ini layak digunakan jika Anda tidak banyak berinter­aksi dengan klien atau lebih banyak melakukan kegiatan yang informal, seperti pergi bersama klien untuk bersenang-senang atau bertemu klien di akhir pekan. Busana jenis ini akan menunjukkan bahwa Anda adalah orang yang ramah dan bersahabat. Sesuai namanya, busana kasual dasar hanya terdiri atas kaus dan celana atau
rok. Jaket tidak termasuk dalam busana kategori ini.

Untuk busana kasual dasar pria sebagai berikut: (1). Celana khaki, celana berbahan katun, corduroy, atau celana pendek (jika sesuai dengan kondisi acara dan tempat), (2). Polo shirts, baju atau sweater rajut, turtle necks, kaus tangan panjang, kaus polos atau bergambar, vests, (3). Sepatu berhak rendah atau sedang, sepatu atau sepatu pantofel.

Adapun yang busana kasual dasar untuk perempuan adalah: (1). Rok sedengkul atau panjang berbahan denim, katun, atau corduroy, (2). Celana khaki, katun, corduroy, dan celana pendek (jika sesuai
dengan acara dan tempat), (3). Blus, kaus katun, turtlenecks, vests, baju, dan sweater rajut, (4). Gaun kasual dan jumpers, (5). Sepatu berhak rendah atau sedang, sneakers yang bersih, dan sepatu tanpa hak.

Busana Kasual Standar

Busana kategori ini adalah jenis busana yang diterima oleh banyak bidang perusahaan. Kunci dari penampilan ini adalah pakaian yang terdiri atas tiga bagian yang mencerminkan kesopanan dan kekompetenan. Bagian ketiga dari pakaian tersebut bisa terdiri atas beragam hal, mulai dari jaket yang berkelas, vest atau sweater, sampai dasi atau scarf.

Busana kasual standar untuk pria: (1). Khaki, corduroy, gabardine, flanel dengan jahitan yang lebih bagus dari celana basic, (2). Kaus berkerah, (3). Jaket kasual, (4). Sweater kardigan, (5). Vests rajut, (6). Dasi kasual, (7). Sepatu berhak rendah atau sedang.

Busana kasual standar untuk perempuan: (1). Celana dengan potongan tegas berbahan katun, corduroy, wol, sutra, sampai microfiber, (2). Rok panjang atau setengah panjang berbahan gabarline, linen, flanel, (3). Bagian atas (pela­pis) bisa berupa blus, atasan berbahan rajut, kaus berkualitas tinggi, sweater rajut, jaket kasual bahan berkualitas dan polos, cardigan, jaket rajut, vests, scarf, (4). Gaun rajutan, jumpers, (5). Sepatu berhak rendah atau datar.

Busana Kasual Eksekutif

Ini adalah tingkat berbusana yang paling mendekati busana kerja konven­sional. Busana di kategori ini haruslah yang berkualitas tinggi, dan tentu saja jaket tak diizinkan ada di sini. Yang pasti, gaya berbusana jenis ini menunjukkan profesionalisme dan orang yang dapat dipercaya.

Busana kasual eksekutif untuk pria: (1). Celana dari bahan wol, linen, dan campuran sutra, (2). Blazer, mantel dari wol, (3). Fine-gauge sweater yang dipakai bersama kaus di dalamnya, (4). Dasi, (5). Sepatu berhak tipis atau sedang.

Busana kasual eksekutif untuk perempuan: (1). Pantsuits, (2). Blazer, (3). Rok panjang atau pendek, (4). Blus, atasan rajutan, fine-gauge sweater dengan bahan katun, linen, sutra, atau kashmir, (5). Sepatu berhak rendah atau sedang.

Dalam memakai busana kasual seperti di atas, konsultan image Jill Bremer menyarankan beberapa hal, termasuk mempertanyakan diri Anda sendiri setiap hari tentang kegiatan apa yang akan dikerjakan hari ini. Setiap pagi sebelum berangkat kerja, Bremer menyarankan Anda hendaknya menganalisa aktivitas kerja apa yang akan Anda lakukan.

Namun harus Anda pahami bahwa saat akan bertemu dengan klien untuk pertama kalinya, busana kerja konvensional tetaplah menjadi busana yang terbaik. Begitu juga untuk kepentingan presentasi dan negosiasi. Busana kerja konvensional diyakini bisa mewakili citra perusahaan serta menciptakan image dan kepercayaan yang baik kepada klien.

*Disadur dari majalah Ifashion+ edisi Maret 2011

About IFApreneur

Seni berbisnis dan berbelanja di rumah

Posted on February 2, 2013, in Tips Fashion and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: